Ayah
Kalau kedua orang tuamu
1. Masih hidup di dunia ini
2. Sehat, masih bisa beraktivitas mandiri tanpa perlu bantuan orang lain
3. Punya financial freedom, punya uang sendiri
4. Suportif kepadamu secara emosional, fisik, finansial, spiritual
Itu adalah sebuah privilege yang luar biasa, jadi tolong jangan lupa bersyukur sebanyak-banyaknya kepada Allah Sang Maha Kuasa.
Jujur, aku rasa Allah itu tau, kalau aku nggak akan survive di dunia kalau Ayah dan Mama nggak ada.
That’s why sampai detik ini Alhamdulillah wa syukurillah Ayah dan Mama masih mendampingiku.
Sepulang dari Kebumen bulan April kemarin, jumlah operasi katarakku itu udah di angka 40an.
Tentu saja udah ada BANYAK SEKALI PERBAIKAN dibandingkan sebelum berangkat ke Kebumen.
Tapi tetep aja, pulang dari Kebumen aku masih nucleus drop sekali di Kirana, dan masih PCR sekali di RSUI.
Jujur, meskipun udah ada perbaikan dibanding sebelum berangkat ke Kebumen, aku tuh masih TERTEKAN BANGET setiap mau operasi. Rasanya bener-bener cemas, gelisah, TAKUT kalo DPJP nyuruh aku untuk ngerjain. Kebayang nggak sih betapa frustrasi dan depressingnya perasaan kayak gitu? Dan aku juga nggak tau ya… Kenapa kok aku sampai se TERTEKAN itu.
Lalu akhirnya aku mencoba mencari pertolongan. Orang pertama yang aku reach out adalah dr KMS, mentorku sewaktu di Kebumen. Aku berharap dengan cerita-cerita ke beliau, bisa mengurangi sedikit rasa tertekan dan cemas itu. Well, talking to him did help me a little, tapi tetep aja, perasaan tertekan setiap mau operasinya itu nggak hilang…
Di tengah segala kecemasan, ketakutan dan kegelisahan itu, my safest place adalah orang tuaku. Akhirnya aku bilang deh ke Ayah, kalau aku lagi stress dan tertekan. Aku bahkan minta ditengok ke Jakarta kalau beliau lowong.


Alhamdulillah Ayahku si pengangguran banyak acara ini lowong. Kemudian kami mencari waktu kapan sebaiknya Ayah ke Jakarta. Aku bilang setelah aku selesai stase RSUI dan sebelum aku berangkat ke Serang aja. Akhirnya Ayah cari tiket kereta. Sebelum berangkat ke Jakarta, masih sempat nanya mau dibawain apa dari Jogja. Request mau minta dibawain ayam Bu Tini HEHEHEHEHEH


Yaudah deh Ayah dateng. Membawa Bu Tini 6 pieces gendhing straight from Jogjakartaaaaaaa. Yeay!!
Sejujurnya Ayah ke Jakarta ini nggak ada agenda sama sekali HAHA. Hari pertama Ayah di Jakarta, kami makan siang di Beautika Pangpol sama Zakian, Zaki dan Erika. Habis itu Ayah bilang pengen mampir ke apartemennya Zaki & Erika juga, karena setelah mereka pindah dari Kalcit ke Gardenia, Ayah dan Mama belum sempat mampir. Jadi habis dari Beautika, Ayah ikut Zaki dan Erika. Habis itu balik lagi ke Kuncit.
Besokannya, lagi-lagi nggak ada agenda. Lalu aku bilang, Ayah kesini mau menghiburku yang stress dan tertekan kan?? Oke kalo gitu ayo kita kulineran dan belanja HAHAHAHAH. Kami makan siang soto kudus Blok M yang di Wijaya. Habis dari situ ke GI, aku minta dibeliin Uniqlo dan Sociolla HEHEHEHEHEHE





Di Uniqlo beli jaket. Di Sociolla beli skintint dan lipstick. SEMUA DIBAYARIN PAK SYAFRIL HOHOHO. Abis itu kita nongkrong di Second Floor (kopinya enak banget btw!!!!). Di Second Floor itu ya cerita-cerita, tentang betapa tertekannya aku operasi. Tentang kecemasan-kecemasanku. Lalu dikasih nasehat sama Ayah. Intinya yaa menurut beliau fokus aja, lakukan yang terbaik, semakin banyak jam terbang, maka skill akan bertambah juga… Disuruh sabar, jangan menyerah, dan keep moving forward.
Sebenernya tuh nasehatnya ya bukan suatu nasehat yang baru. Nasehatnya tuh sesuatu yang otakku dan sisi rasionalku udah tau. Cuman apa ya… Mungkin lebih mantep aja ya ketika nasehat itu disampaikan secara langsung. Ketika aku tau, di fase-fase terberatku, Ayahku akan bela-belain naik kereta dari Jogja ke Jakarta cuman untuk menemuiku, menghiburku, mendukungku… Kayak, setelah ngobrol sama Ayah di Second Floor itu, Alhamdulillah hatiku terasa JAUH LEBIH RINGAN… Bahkan ada perasaan lebih mantep mau operasi…
Fun fact, setelah itu Ayah pulang. Lalu beberapa minggu setelahnya aku berangkat ke Serang. Ketika berangkat ke Serang, aku nggak tau kenapa, tapi NGGAK ADA TUH perasaan tertekan. Beneran kayak lebih ke yaudah pasrah, yaudah Bismillah, yaudah Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang aja… Surprisingly, hasil operasiku pun bagus-bagus ketika di Serang. Tetep aja sih ada PCR sekali, tapi ketika PCR pun aku nggak se-depresi itu… Kayak hatiku udah lebih mantep aja gitu…
Aku pun baru menyadarinya pas udah balik lagi ke Jakarta. Baru kepikiran, eh kenapa ya kok kemarin selama di Serang enggak tertekan?? Kenapa ya kemarin operasi jauh lebih tenang?? Ternyata jawabannya, karena habis ditengok Ayah :”””)
Sehat-sehat selalu ya Pak Syafril dan Bu Himmy.. Mohon maaf bahkan sampai aku umur 32 tahun ini masih merepotkan Ayah dan Mama terus. I love you ðĪ


