Izza Zukhrufia

Take Every Chance, Because We're Only Young Once

Hi! So………. I can’t believe it’s September already. June and July did fly reaaaaaally fast. August… well not so much but still, here I am, sitting in one of my favorite coffee shops, realizing that by the end of this month, I am no longer live in this beautiful city.

The past four months were so crazy. I never know that Emergency Department could be this exhausting. I know that this has to do with the super weird policy my hospital has, but I’m not gonna talk about it here. Working in the ED is actually much more fun than working in the primary health care (aka Puskesmas). Every day in the ED is full of surprises, you never know what happens next. It’s challenging in a good way, but it is also super exhausting. I usually have no energy left after working in one shift, salute to all my friends who could do double shift at a time *clapping hands* I think I learned a lot here in the ED rotation, and thanks to this rotation I know for sure that I do not want to work in ED in the future. Nope. Hopefully not gonna happen :(

Anyways, enough about the hospital stuff. I know I said on my blog post earlier this year that Bandung hasn’t quite caught my heart the way Jogjakarta did, but turns out after a year, after realizing that I only got couple days left to be here, I feel…. pretty attached. Bandung felt like such a faraway place at first, but now it feels like second home. I am so bad at navigating and reading maps, yet now I can sense a feeling of familiarity in almost every corner of the city (without even opening google maps :p). I love the fact that Bandung is way closer to Jakarta, I mean, fun events happen in Jakarta, such as The Script Concert (haven’t shared that one magical experience with you!)

I have this mixed feeling, you know, some part of myself feel slightly relieved that I finally finished this whole internship thing (even tho we know it’s still a long way ahead), and I am also super excited about coming home, I mean, I miss my family and my old friends, but to be honest, I also feel pretty sad about leaving this city and saying goodbye to my fellow internship mates. Yeah, ’cause we can’t have it all at once, right?

Jpeg

P.S : I do aware that Starbucks is sadly overpriced but I keep coming back to this Sbux Buah Batu because it’s really close to where I live (around 5 mins ride), I really like the atmosphere here, good wifi connection, and their cinnamon rolls!!! It’s too good. And don’t forget their hot caramel signature chocolate.

Zakian.

When it comes to marriage,
I think,
he has done with himself.

He has discovered himself,
he knows what his values are,
what he really wants in life,
and his capability to achieve it.

I think,
he has feel content, with himself.
He knows that he does not need anybody else,
to complete him,
because,
he is complete, with or without anybody else.

I think,
that is what makes him full of love,
because,
you can love someone so much,
only when you love yourself just as much.

While me,
I don’t think so,
will I ever be ready,
at all?

Healthy Living

Helloooooooow~! Welcome back to my blog (ngomongnya ala openingnya Suhay Salim wqwq). Alrite, I am fully aware that this post is titled healthy living but no, I’m not going to talk about healthy living at all. In fact, I’m gonna tell you how unhealthy my life was the last month :(

Jadi saat ini aku lagi memasuki rotasi terakhir dari internshipku, yaitu rotasi IGD. Rotasi IGD ini kebetulan mulainya berdekatan sama bulan puasa. Jadi aku udah masuk IGD sekitar 2 hari, kemudian datanglah bulan Ramadhan. Bertepatan sekali bukan~

Anyway, namanya juga rotasi baru, pasti butuh adaptasi dulu di awalnya. Apalagi kehidupan selama puskesmas kemarin beneran teratur banget! Bangun pagi, sarapan selalu tepat waktu sekitar jam 7-730, kerja sampai jam 12, makan siang sekitar jam 1, pulang ke kos dan istirahat. Selama puskesmas kemarin aku selalu aerobik 2-3x/minggu. Gak ada jaga malam, jadi selalu tidur tepat waktu. Terus tiba-tiba dihajar sama kehidupan IGD yang gak beraturan, ditambah lagi bulan puasa juga kan :”)

Karena jadwal IGDku tuh banyaknya jaga sore dari jam 14-21, otomatis jam istirahat jadi berubah juga. Karena jam yang biasanya dipakai istirahat dan olahraga (re:aerobik) malah jadi jam kerja. Belum lagi kalau prolong, pasiennya banyak, atau pas pasien datang di injury time. Sampe kosan sekitar jam 11an, belum ganti baju, cuci muka dan sikat gigi, sholat Isya. Biasanya bisa mapan tidur sekitar jam 12 malam (itupun kadang gabisa langsung tidur -_-) dan jam 4 pagi udah harus bangun lagi buat sahur. Kebayang kan kalo pola tidurnya jadi super berantakan. Kadang-kadang saking capek dan ngantuknya abis jaga, gue skip sahur. Literally bangun pas adzan subuh terus sholat terus tidur lagi. Kadang bangun 5 menit sebelumnya, cuma buat minum air putih doang. Padahal yaaaa, coba deh kalian itung berapa kali kalian skip sahur dalam 1 bulan? Aku kayanya ada deh lebih dari 4x wkwk sampe lupa. Terus sebagai anak kosan, jujur buat menu sahur aku pilih kenyamanan daripada kesehatan. Maksudnya gimana? Warung tempat aku beli sahur itu warung yang ada di depan kos persis. Pas jam sahur, sayurnya kebanyakan udah abis, karena itu lauk yang ada sejak buka. Jadi pas jam buka sayur udah pada ludes, pas sahur tinggal sisa-sisanya. Karena aku ya males cari warung lain ya aku makan aja apa yang ada. Ikan, ayam, telur. Kadang ati atau usus biar gak bosen. Padahal kalo di rumah, sebisa mungkin selalu ada sayur waktu sahur. Biar seimbang gitu. Dan selalu ada buah. Puasa kemarin? Boro-boro beli buah…. kehidupan gue isinya cuma tidur sama jaga :))) Pernah waktu itu aku bangun dan warung depan gak buka. Jadinya? Gua sahur pake indomie :)

Terus karena tidurnya baru bentar, abis subuh biasanya tidur lagi. Bangun-bangun kayak jam 11 atau jam 12an. WHAT. Abis itu mandi, sholat dhuhur, berangkat jaga lagi. Pas gue bilang hidup gue isinya cuma tidur sama jaga, itu benar-benar terjadi gais.

Terus kalo pas jaga malam, Alhamdulillah sih selama ini jaga malam selalu aman nggak pernah yang rame-rame banget pasiennya. Tapi tetep aja sulit buat tidur. Kalo tidur di nurse station pegel, punggung rasanya nggak enak, mana terang banget. Selama jaga malam aku nyaris nggak tidur, biasanya tidur habis subuh di masjid sekitar sejam. Otomatis pas sampe kos isinya cuma tidur lagi. Ditambah lagi puasa juga kan. Yaudah deh tidur seharian. Bangun-bangun dah deket jam buka. Mandi, sholat, cari buka. Eh gara-gara tidur kelamaan, malemnya gabisa tidur :) Akhirnya kebawa sampe selanjutnya. During Ramadhan, my circadian rhythm is totally fucked up. Aku tidur di pagi dan siang hari, malemnya seger banget. Tidur malem baru jam 2 jam 3, eh jam 4 udah bangun sahur. Ngantuk lagi paginya. Tidur lagi seharian. Gitu aja terus :))

Kalo pas jaga sore otomatis buka di RS. Alhamdulillah dikasih nasi kotak, tapi menunya ya seadanya juga. Biasanya nasi sama lauk 2 macam. Jarang ada sayurnya juga. Asli selama sebulan kayanya gua ga makan sayur sama sekali :| Kalo pas buka di kosan, biasanya beli di warung depan atau di jalan depan. Biasanya aku beli gorengan 2 ato 3 biji sama nasi. Kalo pas ada sayur ya beli sayur, kalo gak ada ya udah nasi sama lauk doang. Terus karena pengen yang seger-seger alias dingin-dingin, beli minuman dingin yang kaya teh kotak gitu lho. Itu kan isinya artificial sweetener semua yha! Udah gitu aja terus selama sebulan.

Jadi hasilnya? Selama Ramadhan kemarin, jam tidurku gak bener, makan juga gak bener. Makan kadang cuma 1x sehari, tanpa sayur dan buah. Banyakan minyak dan pemanis buatan. Olahraga gak pernah. Tadaaa~

Selama puasa ini aku malah ngerasa kalo berat badanku naik (HA!). Yaiyalah, walaupun makannya jarang tapi pola makannya gak bener dan yang dimakan juga makanan ga sehat. Terus, kulitku breakout aka jerawatan parahhhh. Aku udah lama gak jerawatan separah ini. Biasanya ya adalah jerawat 1-2 biji setiap tanggal menstruasi. Tapi ini kemarin aku bahkan belum mens tapi jerawat muncul terus, dan hilangnya lama. Jadi kaya ga ilang-ilang gitu. Sampe detik ini jerawatnya masih ada dan bekasnya item jelek banget. Menstruasiku juga telat sekitar 11 harian hahaha. Hasilnya gue cuma utang 1 hari selama Ramadhan. Tapi ya itu gegara pola hidup yang sama sekali gak ada sehat-sehatnya.

Sekarang udah kapok sih, mau mencoba buat hidup yang lebih sehat karena ya ga mungkin kan gue hidup kaya gitu terus-terusan. Tapi emang susah sih, terutama jam tidur. Karena kan akan selalu ada fase dimana aku nggak tidur malemnya dan jadi ngantuk di pagi harinya. Tapi paling enggak mau nyoba menyeimbangkan makan dan coba rutinin olahraga lagi. Meskipun lagi-lagi sulit karena jadwal jaga yang super padat dan tidak teratur. Tapi ya gimana lagi wkwkwk harus dicoba. Tapi ya aku jadi sadar kalo aku males banget jaga IGD lagi. Aku lebih suka hidup yang teratur kaya di puskesmas itu. Emang kerjaannya lumayan bosenin sih… karena nggak ada tantangannya. Tapi hidupnya teratur dan jauuuuuuh lebih sehat. Walaupun aku makan 2-3x/hari, selama puskesmas itu beratku malah turun lho. Yuklah cepet-cepet sekolah dan jadi spesialis biar ga usah jaga malem HAHAHAHAH (nangis di pojokan).

Semangat berubah demi hidup yang lebih sehat!

Kontemplasi

Tanggal 28 Ramadhan… insyaAllah 2 hari lagi Idul Fitri.

Ada beberapa hal yang terjadi selama beberapa minggu terakhir. Lumayan melelahkan sih, tapi bener-bener membuat aku jadi berpikir……

Setelah kerja intership, mengalami sendiri secara langsung dan secara mandiri bertemu pasien, bekerja sama dengan profesi lain (DPJP, perawat, analis, radiografer dll), jadi takut sendiri………….. Takut kenapa?

Setiap shiftnya kan ketemu banyak banget orang ya, mulai dari pasien sampai keluarganya, juga profesi-profesi lain yang aku sebutkan tadi. Kalau pas pasiennya lagi banyak-banyaknya, atau setelah jaga berturut-turut, wajar lah ada yang namanya capek. Kalau capek biasanya mood juga lebih jelek, yang ujung-ujungnya bisa mempengaruhi performa kerja.

Yang aku takutkan adalah, gimana kalau selama ini aku dzalim, baik ke pasien atau keluarganya, dzalim karena muka yang jutek bikin pasien dan keluarga nggak enak, dzalim karena kata-kata yang ketus dan tidak menyenangkan hati, dzalim karena ilmu kedokteran yang belum mumpuni :( Gimana kalau selama ini aku dzalim ke profesi lain, minta tolong senior-senior perawat tapi minta tolongnya nggak sopan, menyakiti hati, bikin gak enak… Gimana kalau selama ini aku dzalim, nyuruh-nyuruh bagian lab atau radiologi supaya cepet ngerjain pasienku padahal mereka juga lagi sibuk…. Gimana kalau selama ini aku merampas hak orang lain, misalnya aku datengnya telat padahal harusnya udah jam operan…. Gimana kalau aku merampas hak orang lain, seperti tidak melakukan yang terbaik untuk pasien karena ketidakmampuanku, atau kemalasanku :(( Gimana kalau selama ini apa yang aku kerjakan bukan jadi ladang pahala buatku, tapi malah jadi ladang dosa, karena pekerjaan yang aku lakukan nggak ikhlas atau sambil menggerutu, atau sambil kesel….. Naudzubillahhimindzalik :((

Asli merinding sih ini, karena aku tau dosa-dosaku masih menumpuk, dan yah dengan sistem kesehatan di Indonesia yang masih kaya gini, beban kerjanya sangat tinggi tapi uang nggak ada, aku cuma berharap pekerjaanku sebagai seorang dokter ini bisa jadi berkah buatku, bisa jadi ladang pahalaku karena membantu orang lain. Kalau ternyata enggak dan aku cuma menumpuk dosa, buat apa aku jadi dokter :(((

doa-malam-lailatul-qadar

Alhamdulillah Ahamdulillah Alhamdulillah, Alhamdulillah Allah masih sayang dan masih mengingatkan, Alhamdulillah hati belum mati masih inget dosa, Alhamdulillah masih dikasih kesempatan kedua untuk jadi lebih baik lagi dari sebelumnya. Yuk memperbaiki diri :”)

Ya Allah, jauhkanlah hamba dari sifat dan perilaku dzalim, jauhkanlah hamba dari sifat dan perilaku yang tidak adil, yang merampas hak orang lain. Lindungilah hamba ya Allah

 

Basa-Basi Busuk

Hai! Sudah bulan April dan postingan terakhir adalah bulan Februari, geez aku melewatkan 1 bulan tanpa posting apapun. Memang sih kemarin resolusinya cuma ngeblog lebih sering, tapi waktu itu mikirnya ya paling enggak 1 postingan per bulan lah. Ahahaha. Okey cukuplah intro enggak pentingnya ~

Beberapa waktu yang lalu aku nemuin pembahasan yang menarik nih di IG stories. Awalnya sih baca dari IG storiesnya @amrazing, masih ada kok dia simpen di highlight-nya. Gegara pembahasannya @amrazing, dibahas juga di IGnya @jennyjusuf dan @catwomanizer (ada di sini dengan judul Basa-Basi Busuk–iye judul postingan ini terinspirasi kak Andrea wakakak)

Jadi cerita awalnya Koh Alex (anjay sok kenal banget gw manggilnya hahahaha) posting video kan di stories, terus ada follower yang komen “Koh kok kurusan?” kurang lebih kaya gitu (gw lupa kalimat tepatnya gimana), yang mana komen tersebut dia skrinsot dan dia post tuh di stories-nya, dengan caption yang intinya “Ngapain sih komenin masalah fisik orang lain?”

Terus jadi banyak deh followers dia yang balesin stories tersebut, banyak yang bilang kalo mereka juga ga suka banget dikomenin masalah fisik. Ga cuma yang gendut aja loh, yang kurus pun ternyata tersinggung kalo misal ada yang basa-basi ato komen “Kok kurusan?” “Kok kurus banget sekarang?” Selain masalah fisik, akhirnya pembasahannya jadi merembet ke pertanyaan basa-basi tidak menyenangkan lainnya semacam “Kapan nikah?” “Kok belum hamil?”

Btw, waktu baca skrinsot yang isinya DM-DM dari followers-nya Koh Alex tuh aku sempet tertegun loh. Alhamdulillah sih aku ada di lingkungan yang ga suka kepo/komen gituan, tapi ya pasti adalah sekali dua kali beberapa kali gitu yang nanya “Opek gendutan?!” AHAHAHAHA. Dan aku tuh ga pernah tersinggung kalo ditanyain kaya gitu, ya gimana yak di Bandung kerjaannya makan melulu #basrengandseblakislyfe #foodislyfe jadi kupikir ya orang lain tuh juga biasa aja kalo misal ditanyain atau dikomentarin kayak gitu…. maksudnya ya nggak sampe diambil hati gitu. Aku jadi tersadar kalo topik-topik kaya tadi tuh sebetulnya sensitif banget, ada yang bisa sampe insecure dan stress gara-gara dikomentarin fisiknya. Dan ternyata ya itu tadi, yang kurus pun juga ga suka kalo dikomenin kaya gitu. Sebagai orang yang nggak pernah ngerasain kurus (WKWKWKW) ku pikir orang tuh malah bakalan seneng gitu nggak sih kalo dibilang kurus?! Tapi setelah aku inget-inget ternyata in real life pun aku ketemu juga sama cewek-cewek yang kurus dan mereka juga ngerasa kurang pede atau kurang nyaman karena merasa nggak ada ‘isi’nya (you know what I mean right).

Selain komentar soal fisik, banyak juga yang nge-DM tentang pertanyaan “Kapan nikah?” ahahaha. Gw juga nggak cuma sekali dua kali ditanyain kaya gini, apalagi kemarin tuh pas temen-temen 2011 lagi beruntun-beruntunnya nikah semua. Tapi ya lagi-lagi aku nggak tersinggung sama sekali, nggak ngerasa diburu-buru juga. Aku jawab aja “Nanti lah, belum pengen” ya karena emang faktanya seperti itu. Tapiiiiiiii buat sebagian orang, terutama yang usianya udah lebih tua dari angkatanku kali ya, pertanyaan kayak gitu mungkin udah sering banget mereka denger sampe bosen kali ya…….

Terus setelah kupikir-pikir juga, bisa aja pertanyaan itu muncul di saat yang gak tepat. Misalnya, ada yang nanya gendutan ya padahal orang itu lagi diet mati-matian dan bahkan udah turun beberapa kilo. Atau sebaliknya, ada yang nanya kok kurusan padahal dia udah usahan makan banyak dan minum susu biar lebih berisi. Kalo yang kaya gitu emang nyakitin sih…. apalagi kalo yang komentar tuh orang yang jarang ketemu, yang nggak tau kehidupan yang ditanya on daily basis. Kayak “Hellawwwwww, gue tuh lagi berusaha diet/nambah berat badan, gue juga tau njir kalo gue gendutan/kurusan” ya gak sih? Apalagi kalo masalah nikah dan hamil. Soalnya itu kan ada faktor X-nya ya, alias ada faktor Tuhan. Ya gue juga pengen nikah tapi kalo emang belom dipertemukan ama jodohnya kumaha? Ya gue juga pengen punya anak kali, tapi kalo emang belum dikasih amanah merawat seorang anak kumaha?

Sejujurnya akupun pernah ato beberapa kali nanyain/komen kaya di atas, terutama ke temen yang deket sih, tapi ya bisa aja kan sebenernya dalam hati mereka tuh juga gak nyaman diomongin kaya gitu. Storiesnya lumayan membuka mata sih…. jadi sadar daripada mulutnya dipake buat komenin hal sensitif dan bikin orang lain gak nyaman/sedih/sakit hati/tersinggung, lebih baik diem deh :) Jadilah kayak Rasulullah SAW yang bikin hati adem #hazegggg

Ya boleh sih komenin orang, but keep it for yourself #eh