Thought: About Future.

by Ofi Zukhrufia

Semenjak menginjak semester 7 alias jadi mahasiswa paling tua di kampus….
Dan semenjak keluarga-sahabat-temen-tetangga-relasi nanyain terus “Kapan ko-ass?”….
Dan semenjak hampir semua dosen ngomongin tentang ko-ass..
I spent more time on thinking about what I want to do next after clinical rotation.

To be honest, there’s a tiny part of me who wants to be a surgeon.
I don’t know why, I just want to.
And if I’m gonna be a surgeon, it definitely would be cardio surgeon.
Well, neuro sounds interesting but… no.
Cardio it is.

Mari kita lihat.
Abdomen? Entah kenapa ga tertarik aja sama sistem gastrointestinal.
Kayak yaudah, kerja-usus-itu-gitu-doang (meskipun nggak gitu doang juga :/) and I found the way our heart works is very interesting.
Besides, abdomen is a bit gross, no? :/
Uro? Uhm, pasiennya ntar kebanyakan bakalan cowok.
Dan…. rada males juga sama kasus-kasusnya.
Meskpiun lumayan suka sih sama ginjal.
Ortho? Orthopedic surgeon adalah list nomer satu yang akan aku coret dari daftar spesialis.
Bukan karena nggak suka, tapi nggak bisa.
Ortho itu buanyak banget dari axial sampe ekstremitas.
Dari humerus sampe femur.
Dari clavicula sampe pelvis.
And ortho is strongly related with physics, a subject that I am not good at.
Bukan nggak suka, cuma kayanya emang bukan tempatnya deh aku di ortho.
Plastik? Belum banyak sih yang aku tau tentang plastik.
Yang jelas bakalan ketemunya sama luka bakar, trauma maxillofacial.
Biasa aja, ngga tertarik-tertarik banget.
Obsgyn? (Gatau sebenernya obsgyn ini bedah atau bukan, but since they hold scalpel too let’s just say so).
Salah satu daftar spesialis yang langsung aku coret juga.
Birth means new life.
Birth means the start of someone’s very existing journey.
I can’t handle the thought of me being responsible about someone’s new life. I just can’t.
Pediatric? Well just like dr. Marin said, sick kids are the worst.
Paling ga bisa liat anak-anak sakit, sekarat, butuh pertolongan. Duh.
Neuro? Terdengar seru, plus I want to be like Derek Shepherd even though he’s not really exist.
Tapi…..

So, cardio it is, right? :))

Meskipun begitu…. banyak banget ganjelannya buat ambil bedah.
1. I don’t think I’m good enough.
Ini sih ganjelan terbesar. Ilmu anatomiku jelek banget kthxbye.
Fisiologi juga rata-rata (jadi selama ini lo kuliah ngapain aja woy -_-).
Dan aku juga merasa aku nggak punya tangan yang terampil.
I don’t really like working with my hands.
Yes true that Einstein once said success is 1 % talent and 99 % hard work, but then…
Bisa aja kan being a surgeon is simply not who I meant to be?

2. I do care about my future kids.
They’re not exist yet, but I really hope they will someday in the future. Amin.
I want a family. I want three kids.
And surgical residency is very demanding, time consuming.
Not to mention that it took more or less five years of school. Freaking five years.
I don’t think I can do both: being a great mother and a surgeon.
Because we can’t have it all at once, right? :’))

So.. yeah.
I know I probably end up choose interna or onco :’))

PS: Sebenernya punya janji sama diri sendiri nggak mau bikin postingan dengan bahasa campur-campur. Inggris ya Inggris aja dan kalo Indo ya Indo aja. Tapi berhubung ada frase yang lebih enak diungkapkan dalam Inggris dan ada frase yang lebih enak diungkapkan dalam Indo ya… Apa boleh buat. Maafkan kekhilafan ini.

Advertisements