Seharusnya, Senin kemarin jadi hari yang biasa-biasa saja.

by Ofi Zukhrufia

Seharusnya, Senin kemarin jadi hari yang biasa-biasa saja.
Seperti Senin pada umumnya,
seperti awal minggu lainnya,
dengan semangat yang baru terkumpul setengah,
dan jadwal kuliah 3.2 yang semakin menggila.

Seharusnya, Senin kemarin jadi hari yang biasa-biasa saja.
Sampai mendengar berita itu.

Hari ini, di kampus,
kembali bertemu teman-teman, bertemu banyak orang,
rasanya seperti lupa,
masih bisa tersenyum dan tertawa, seperti biasanya.

Namun sampai di rumah,
dan menyadari bahwa rumah itu kini kosong,
dan menyadari bahwa ketidakberadaannya merupakan hal yang aneh,
mulai merutuki diri sendiri yang belum sempat berbakti,
dan semua tidak seperti biasa.

Seharusnya, Senin kemarin jadi hari yang biasa-biasa saja.

Advertisements