Sore Itu.

by Ofi Zukhrufia

Sore itu, di sepanjang Jalan Kaliurang.
Dari arah yang berlawanan, dari jarak sekian ratus meter, Dinda bahkan sudah melihat mobil itu melaju kencang.
Dinda sudah hafal akan bentuk mobil itu, warnanya.
Itu mobil yang sama yang dipakai untuk menjemputnya ketika berangkat kuliah.
Itu mobil yang sama yang dipakai untuk menemaninya jalan-jalan ke Salatiga.
Itu mobil yang sama yang dipakai untuk mengantarnya pulang ke rumah.
Ketika mobil itu semakin mendekat, Dinda mengecek platnya.
H 8320 FB.
Ya, itu mobilnya.
Mobil pria yang paling dicintai Dinda, setelah ayah dan kedua adik laki-lakinya.
Refleks, Dinda mengarahkan pandangannya ke dalam mobil.
Dia melihat sosok seseorang, entah pria atau wanita, di kursi penumpang.
Kejadian itu mungkin hanya sepersekian detik, tapi Dinda bisa merasakan jantungnya berhenti berdetak.
Kemudian berdenyut lagi dengan sangat kencang.
Dadanya terasa sakit. Sesak.
Namun dia tahu dia harus menahannya.

Sesampainya di rumah, air wudhu adalah hal pertama yang ia cari.
Dinda menyalakan kerannya. Air dingin mulai mengalir.
Ia mulai membasuh tangannya.
Kemudian membasuh wajahnya.
Membasuh kepalanya.
Kali ini, ia ingin berlama-lama.
Dinda menikmatinya.
Menikmati setiap tetes air yang mengalir di tubuhnya.
Menikmati setiap dingin yang terasa di kulitnya.

Dinda tahu, hanya Tuhannya lah yang bisa menghentikan rasa sakit ini.
Hanya Tuhannya lah yang tidak akan bosan mendengar keluh kesahnya.
Disitulah ia mengadu.
Pada sujud terakhirnya, ia luapkan semuanya.
Ia adukan rasa sakit yang begitu hebat yang menghantamnya.
Rasanya ia tidak ingin mengangkat kepalanya.
Namun ia harus.
Setelah salam dan menyelesaikan sembahyangnya,
Dia kembali mengadu pada Tuhannya.
Ya Tuhan, ternyata sesakit ini rasanya.
Dinda terdiam sebentar. Entah dengan cara apa, ia tahu Tuhan menjawabnya.
Dinda meneruskan ceritanya.
Menumpahkan segala emosi yang sudah ditahannya.
Lega rasanya.

Di akhir ceritanya, Dinda memanjatkan doa.
Ia tahu bahwa Tuhannya Serba Bisa.
Namun doanya sederhana.
Semoga kebaikan selalu dilimpahkan kepadanya,
Kepada pria luar biasa yang pernah mencintainya dengan luar biasa pula.

Advertisements